Kenapa Butuh Seorang Ahli K3 Umum?

Perkembangan  zaman yang terjadi sekarang ini memiliki dampak besar ke seluruh aspek kehidupan manusia, terutama pada bidang teknologi. Masing-masing individu berlomba-lomba menggunakan teknologi tercepat, tercanggih, dan terbaru. Baik dalam penggunaan produk rumah tangga, telekomunikasi, otomatif, dan elektronik. Hal ini mengakibatkan permintaan pasar yang tinggi. Sehingga industri terus mencari cara bagaimana memenuhi permintaan tersebut. Dengan perlahan tapi pasti, para industri menaikkan kapasitas produksi tiap tahun. Hal ini juga diikuti dengan penambahan &  penggunaan bahan kimia, alat atau mesin; baik berupa: pesawat uap, mixer, dryer, cutter, forklift, crane, dsb (tergantung produk industri).

Seiring meningkatnya penggunaan bahan, alat, ataupun mesin; resiko keselamatan yang dihadapi juga semakin besar. Setiap bahan kimia memiliki sifat fisika dan sifat kimia yang perlu diperhatikan untuk proses pemindahan, pemakaian, penyimpanan bahan, sampai dengan proses setelah pemakaian agar aman dikendalikan. Mesin dan alat juga perlu dioperasikan oleh orang yang berkompeten agar terjaga perawatan dan penggunaannya. Jika pengoperasian bahan atau mesin yang tidak terkendali, ditakutkan akan menyebabkan kecelakaan kerja pada masa datang. Hal ini perlu dihindari, karena dapat mengganggu operasional kerja pabrik. Oleh karena itu, perlu digunakan suatu sistem di dalam penangan K3 dan pengendalian potensi bahaya, seperti: SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja).

SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khususnya pada pasal 87 yaitu bahwa “setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen K3 yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan”. Pedoman tentang penerapan SMK3 telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012.

Lalu apa hubungannya Ahli K3 Umum dengan SMK3?

Seperti yang kita tahu, bahwa setiap perusahaan memiliki paling tidak satu pengawas dinas ketenagakerjaan yang memantau aktivitas dan kondisi perusahaan, apakah sudah sesuai norma K3 apa belum. Nah, Ahli K3 Umum ini diibaratkan sebagai “pengawas perusahaan spesialis K3 Umum” yang ditugaskan untuk membantu perusahaan mengimplementasikan program K3 sesuai dengan norma yang berlaku.

Seseorang yang telah dinyatakan lulus sebagai Ahli K3 Umum, memiliki kewenangan pada pengawasan:

  • Bidang K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan
  • Bidang K3 Listrik, Konstruksi, dan Kebakaran
  • Bidang K3 Kesehatan Kerja
  • Bidang K3 Lingkungan Kerja Bahan Berbahaya
  • Bidang K3 Ketinggian
  • Bidang K3 Pesawat Angkat Angkut

Seperti apakah pengawasan yang dimaksud?

Contoh:

  • Pada suatu perusahaan, terdapat pekerja yang mengoperasikan forklift untuk proses loading/unloading barang. Tugas Ahli K3 Umum adalah memastikan bahwa si operator forklift sudah memegang lisensi untuk mengoperasikan forklift sesuai dengan PERMENAKER NO.9/MEN/VII/2010. Ahli K3 Umum juga berhak mendapatkan laporan dari teknisi forklift itu sendiri, apakah forklift layak digunakan atau tidak. Sehingga aman digunakan dan tidak mengancam keselamatan para pekerja.

Selain pengawasan, seorang Ahli K3 Umum dapat menciptakan program untuk meningkatkan performa K3 di Perusahaan. Dimulai dari, memberikan “safety induction” kepada setiap tamu yang datang ke perusahaan. penyampaian bisa dilakukan menggunakan video agar praktis. Penyuluhan tentang pentingnya K3 kepada para pekerja juga penting, agar terjalin kerjasama dalam pelaksanaan program K3.

Wajibkah memiliki Ahli K3 Umum?

Sesuai PERMENAKER No. Per.02/MEN/1992 tentang Tata Cara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja pasal 2, menyatakan:

  • “Suatu tempat kerja dimana pengurus memperkerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang”;
  • “Suatu tempat kerja dimana pengurus memperkerjakan tenaga kerja kurang dari 100 orang akan tetapi menggunakan bahan, proses, alat, dan atau instalasi yang besar bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja”.

Leave a Comment