TEKNISI K3 LISTRIK

Teknisi K3 Listrik

Listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan tenaga kerja dan orang lain yang berada di dalam lingkungan tempat kerja, dan mengancam keamanan bangunan beserta isinya. Bahaya listrik dapat ditemukan di sini

Apa yang terjadi bila kita mengabaikan keselamatan tenaga kerja saat bertugas menjadi Teknisi K3 Listrik?  sudah terjadi beberapa kasus kecelakaan kerja yang terjadi akibat mengabaikan prosedur keselamatan kerja yang mengakibatkan kerugian materi hingga hilangnya nyawa seorang pekerja. Contoh kasus nyata dapat dibaca: Lack of safety equipment and training cost electrical technician his life. Kasus tersebut terjadi pada tahun 2015 dan akhirnya perusahaan didenda sebesar $106,400. 

Apakah hal tersebut yang kita inginkan? tentu tidak. Potensi bahaya itu ada dan bisa saja terjadi. Oleh karena itu, untuk mencegah hal ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, salah satunya memastikan bahwa Pekerja dibekali ilmu dari segi teknis maupun K3 yang cukup agar bisa bekerja optimal. Baca juga: Five Skills Every Electrical Technician Needs.

Melalui Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 No.:KEP.48/PPK&K3/VIII/2015 yang mengatur tentang Pembinaan Teknisi K3 Listrik untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan pemasangan dan pemeliharaan terhadap instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik secara aman di tempat kerja, dan pelaksanaan norma K3 listrik di tempat kerja. Pembinaan ini bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan kerja terutama pada bidang listrik. 

Pembinaan akan berlangsung selama 7 (tujuh) hari dengan materi:

Materi akan disampaikan oleh Pejabat Struktural dari Direktorat Pengawasan Norma K3, Pengawasan Ketenagakerjaan Spesialis K3 Listrik, Ahli K3 Listrik, dan Akademisi/Praktisi yang mendapatkan persetujuan dari Direktur Pengawasan Norma K3. Penyampaian materi akan dilakukan dengan ceramah, diskusi, praktek lapangan, dan evaluasi. Untuk dapat mengikuti pembinaan Teknisi K3 Listrik, calon peserta wajib mempersiapkan persyaratan berikut:

  • Fotokopi ijazah terakhir (minimal SMK sederajat)
  • Fotokopi identitas diri (KTP)
  • Surat Keterangan dari perusahaan yang menyatakan calon peserta telah ditunjuk sebagai personil teknisi listrik di perusahaan
  • Surat Keterangan dari rumah sakit/klinik yang menyatakan sehat jasmani serta rohani dan layak mengikuti pembinaan

Pada hari akhir pembinaan, akan diadakan ujian secara tertulis sebagai indikator bahwa peserta layak menjadi Teknisi K3 Listrik di Perusahaan. Jika peserta lulus, maka Kementerian Ketenagakerjaan RI akan menerbitkan Sertifikat dan Lisensi Teknisi K3 Listrik sebagai tanda bukti kompetensi personil tersebut. 

(perlu diketahui proses penerbitan sertifikat dan lisensi dapat memakan waktu hingga 90 hari kerja)

Bagaimana? tertarik mengikuti pembinaan Teknisi K3 Listrik? yuk cek jadwal pelatihan terdekat disini

Ayo jadi pelopor K3 di lingkungan kerja kamu! Cegah kecelakaan kerja dari sekarang! Kalau bisa mencegah, kenapa harus mengobati? 

klik salah satu ikon di atas untuk menghubungi kami