Teknisi & Supervisi K3 Scaffolding (Perancah)

Pada umumnya, perancah (scaffolding) adalah platform yang disusun secara bertingkat dan bisa dipasang oleh siapa saja. Namun, justru karena itulah, banyak kasus kecelakaan yang terjadi pada bidang konstruksi. Jika pemasangan perancah (scaffolding) dilakukan oleh orang yang tidak berkompeten, dapat menyebabkan kecelakaan. Biasanya disebabkan oleh lalainya pemeriksaan terhadap beberapa komponen tidak sesuai standar, papan patah, atau rubuhnya struktur perancah. Hal ini seharusnya dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan layak atau tidak penggunaan perancah. Oleh karena itu, diperlukan seseorang yang berkompeten dan lulus kualifikasi (Supervisi Perancah) agar dapat melakukan pemeriksaan, mengerti bagaimana cara memasang, membongkar, dan menggunakan secara aman. Karena perancah (scaffolding) mempunyai struktur kompleks.

Temukan kumpulan kasus kecelakaan perancah di sini

Seseorang yang memiliki kompetensi dan lulus kualifikasi adalah personil yang sudah terlatih di bidang perancah oleh lembaga resmi dan disahkan dengan legalitas (tanda bukti) khusus sehingga berwenang untuk:

  • Menentukan akses aman yang layak terhadap para pekerja untuk mendirikan dan membongkar perancah.
  • Mengidentifikasi kondisi berbahaya dalam lingkungan kerja dan berhak untuk mengambil tindakan perbaikan untuk agar dapat menimalisir resiko kecelakaan.
  • Bertanggung jawab mengawasi proses pendirian, pembongkaran, dan penggunaan perancah.

Perlu diingat bahwa perilaku tidak aman (unsafe action) mempunyai peran +/- 90% atas terjadinya kecelakaan kerja dibandingkan dengan kondisi tidak aman (unsafe condition) sebesar 10%. Hal ini menunjukan bahwa personil yang tepat dalam melakukan setiap pekerjaan dapat menimalisir kecelakaan kerja.

Melalui Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No.: KEP.74/PPK/XII/2013 telah mengatur tata cara pembinaan untuk menjadi Supervisi Perancah berlisensi resmi Kementerian Ketenagakerjaan RI. 

Perlu diketahui, bahwa setiap personil yang diserahi tugas dan kewenangan dalam pekerjaan pengawasan, perencanaan, pemeriksaan, dan pengujian peralatan perancah harus memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang dibuktiin dengan adanya lisensi K3 bidang supervisi perancah. 

Bagaimana cara mendapatkan lisensi K3 Supervisi Perancah? Personil wajib mengikuti pembinaan yang berlangsung selama lima (5) hari. Berikut ini materi yang akan disampaikan:

  • Kebijakan dan pengetahuan dasar K3
  • Pembinaan dan pengawasan norma K3 perancah
  • Jenis-jenis dan perlengkapan perancah
  • Rancang bangun perancah
  • Pemasangan dan pembongkaran perancah
  • Inspeksi perancah
  • Sistem proteksi bahaya
  • Identifikasi bahaya, penilaian, pengendalian risiko perancah
  • Bekerja di ketinggian
  • P3K di tempat kerja dan rencana tanggan darurat
  • Praktek lapangan
  • Laporan pekerjaan Supervisi
  • Evaluasi teori dan praktik

Proses penyampaian materi akan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik yang didampingi oleh Narasumber yang telah berpengalaman dan mendapat izin mengajar dari Direktur PNK3 Kementerian Ketenagakerjaan RI. Jadi, dapat dipastikan kalau pembinaan yang akan berlangsung pasti seru dan mudah dipahami oleh para peserta. 

Tapi tunggu dulu, ada persyaratan yang wajib dipenuhi calon peserta lhoo… Persyaratan ini:

  • Fotokopi ijazah terakhir (min.SLTA sederajat)
  • Surat keterangan bekerja penuh di Perusahaan terkait dan ditunjuk sebagai personil Supervisi K3 Perancah
  • Surat keterangan sehat dari Rumah Sakit/Klinik

Nah, gimana? sudah siap ikut pembinaan Supervisi K3 Perancah? langsung aja yuk cek jadwalnya disini

Pliss gausah tunggu ada kecelakaan kerja baru bertindak. Yuk bareng-bareng cegah terjadinya kecelakaan. Sekarang tahun 2019, masih berpikir keselamatan tidak penting? Ketinggalan zaman tau. Keselamatan karyawan itu penting demi terjaganya kelangsungan bisnis anda. Jadi, coba mulai dari sekarang bangun tradisi safety yok…

silakan klik salah satu ikon di atas untuk menghubungi kami